Senin, 06 Mei 2013

ANALISIS KINERJA KEUANGAN UNTUK MENILAI TINGKAT KESEHATAN BANK PADA BANCO NASIONAL DE COMERSIO DE TMOR-LESTE (BNCTL)



B.     Latar Belakang Penelitian
Sesuai dengan asas adil dan merata dapat mengandung arti bahwa pembangunan nasional yang diselenggarakan sebagai usaha bersama harus merata disemua lapisan masyarakat dan diseluruh wilayah tanah air, dimana setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan berperan dan menikmati hasil-hasilnya secara adil sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan darmabaktinya yang diberikan kepada bangsa dan negara. Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa pengusaha kecil dan menengah jumlahnya sangatlah banyak, baik yang berada di perkotaan maupun yang berada di pedesaan. Para pengusaha tersebut banyak mengalami kesulitan dalam upaya mengembangkan usaha mereka, hal itu disebabkan karena adanya kekurangan modal usaha. Para pengusaha kecil dan menengah sangat sulit mendapatkan pinjaman modal dari lembaga keuangan seperti bank. Hal ini disebabkan karena pihak bank tidak memberikan kepercayaan penuh kepada para pengusaha kecil dan menengah dalam mengelola modal dana yang dikeluarkan oleh pihak bank.
Sehingga dengan adanya kondisi seperti itu maka akan terjadi ketimpangan usaha antara pengusaha besar dengan para pengusaha kecil dan menengah. Maka, untuk mengembangkan usaha-usaha kecil dan menengah perlu dibentuk sebuah lembaga keuangan yang dapat memberikan pinjaman modal usaha bagi para pengusaha tersebut. Salah satu bentuk badan usaha yang menyediakan fasilitas tersebut yaitu Banco nacional de comersio de Timor leste
Pada sisi yang lain usaha perbankan bukan merupakan hal yang asing bagi kita dan bukan hanya masyarakat golongan tertentu saja yang mengerti arti serta fungsi perbankan. Dewasa ini tingkat persaingan dalam dunia usaha perbankan semakin ketat. Perbankan menyediakan berbagai macam produk dan pelayanan yang diperlukan masyarakat guna melancarkan bisnis, mengembangkan usaha dan melancarkan lalu lintas pembayaran. Bidang usaha perbankan yang sekarang ini memiliki peran penting terhadap pekembangan ekonomi masyarakat yaitu Banco nacional de comersio de Timor leste 
Banco nasional de comersio de Timor leste merupakan salah satu lembaga yang mempunyai peranan penting dalam masyarakat, oleh karena itu hampir setiap orang tahu mengenai peranan Banco nasional de comersio de Timor leste. Peranan Banco nasional de comersio de timor leste adalah melakukan kegiatan penghimpunan dan penyaluran dana dari dan ke masyarakat (sebagai lembaga intermediary). Peran sebagai penghimpun dana dilakukan Banco nasional de comersio de Timor leste dengan melayani masyarakat yang ingin menabungkan sejumlah dana yang dimiliki. Peran sebagai penyalur dana dilakukan Banco nasional de comersio de Timor leste dengan melayani masyarakat yang membutuhkan pinjaman uang, misalnya untuk keperluan modal usaha, keperluan pembangunan, dan keperluan-keperluan lainnya.
Dengan kondisi yang seperti ini maka sistem manajerial dan kinerja keuangan di dalam suatu  Banco Nasional De Comersio De Timor Leste  harus di perhatikan dan alat ukur kinerjanya terutama apabila dilihat dari aspek keuangan yaitu dengan pendekatan rasio-rasio diantaranya melalui rasio rentabilitas dan rasio likuiditas. Untuk menilai kinerja suatu Banco Nasional De Comersio De Timor Leste maka pihak manajemen harus mengetahui kondisi atau aktivitas Banco nasional de comersio de Timor leste terkait degan usaha memakasimalkan potensi yang dimiliki dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Pada tahap pertama seorang analisis tidak akan mampu melakukan pengamatan langsung kesuatu Banco Nasional De Comersio De Timor Leste , dan seandainya dilakukannya ia tidak akan dapat mengetahui banyak tentang situasi yang terdajadi pada suatu Banco nasional de comersio de Timor leste. Oleh karena itu yang paling penting adalah media laporan keuangan. Laporan keuangan inilah yang menjadi bahan sarana informasi (screen) bagi analis dalam proses pengambilan keputusan. Laporan keuangan dapat menggambarkan posisi keuangan suatu badan usaha, demikian halnya pada sebuah Banco Nasional De Comersio De Timor Leste.
Banco nasional de comersio de Timor leste memberikan layanan jasa mencakup tabungan, deposito dan pemberian kredit dan selalu berusaha memberikan layanan kepada para nasabah dengan penuh komitmen dan profesional. Debitur yang meminjam kredit kebanyakan merupakan jenis usaha yang berbeda-beda, di antaranya adalah petani, pedagang, jasa. Masyarakat menyimpan dananya di Banco nasional de comersio de Timor leste hanya berdasarkan kepercayaan bahwa mereka akan dapat menarik uangnya kembali sesuai dengan kesepakatan dengan bank yang bersangkutan.


C.    Rumusan Masalah 
Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan suatu permasalahan sebagai berikut :
Bagaimana analisis kinerja keuangan untuk menilai tingkat kesehatan bank pada Banco nasional de comersio de Timor leste.
D.    Batasan Masalah
Agar pembahasan dalam penelitian yang akan dilakukan terarah sesuai dengan rumusan masalah maka difokuskan pada analisis rasio keuangan yaitu dengan menggunakan tiga rasio (Rasio likuiditas, rasio profitabilitas dan aktivitas) Banco Nasional De Comersio De Timor Leste, dengan periode penelitian tahun 2007 sampai 211.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
E.Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui Analisis kinerja keuangan untuk menilai tingkat kesehatan bank pada Banco Nasional De Comersio De Timor Leste.)
F.Manfaat Penelitian
a.         Bagi Banco Nasional De Comersio De Timor Leste.
1)        Sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang berkenaan dengan masalah yang dihadapi.
2)        Sebagai acuan untuk memproyeksi kondisi Banco nasiona de comersio de Timor leste pada generasi  yang akan datang.
3)        Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi manajemen tentang prestasi kerja selama ini bila ditinjau dari analisis rasio keuangan pada Banco nasional de comersio de Timor leste.

b.        Bagi Pihak Lain.
1)        Sebagai acuan untuk melakukan investasi pada bank tersebut.
2)        Sebagai bahan tambahan informasi tentang permasalahan yang ada di koperasi bagi pihak yang berkepentingan.
F.  TINJAUAN PUSTAKA 
1.      Pengertian Banco Nasional De Comersio De Timor Leste
Pengertian Banco nasional de comersio de timor leste  adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip  tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Pengertian lain Banco nasional de comersio de Timor leste menurut Subagyo dkk. (1997:68) “Banco nasional de comersio de timor leste  adalah lembaga keuangan yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainya yang dipersamakan dengan itu dan menyalurkan dana sebagai usaha Banco nasional de comersio de Timor leste
Dalam melakukan usahanya Banco nasional de comersio de timor leste memiliki batasan-batasan tertentu, namun usaha Banco nasional de comersio de Timor leste yang pasti adalah untuk menghimpun dana dan menyalurkan dana dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Usaha-usaha Banco nasional de comersio de Timor leste yang diperbolehkan adalah sebagai berikut:
1.          Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lain yang dapat dipersamakan dengan itu.
2.          Memberikan kredit
3.          Menyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam peraturan pemerintah.
4.          Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Timor leste  deposito berjangka, sertifikat deposito, dan/atau tabungan pada bank lain.
Selain itu ada beberapa jenis usaha yang seperti dilakukan bank umum tetapi  Banco nasional de comersio de Timor leste  tidak diperbolehkan melakukan usaha-usaha tersebut, antara lain:
1.      Menerima simpanan berupa Giro
2.      Melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing
3.      Melakukan penyertaan modal
4.      Melakukan usaha perasuransian
5.      Melakukan usaha lain di luar kegiatan usaha sebagaimana yang dimaksud dalam usaha Banco nasional de comersio deTimor leste.
Sedangkan bentuk badan hukum Banco nasional de comersio de Timor leste dapat berupa perusahaan daerah (Badan Usaha Milik Daerah), koperasi, perseroan terbatas (berupa saham atas nama), dan bentuk lain yang sesuai dengan peraturan pemerintah. Sekian itu Banco nasional de comersio de Timor leste merupakan bentuk jasa perbankan yang melayani nasabah dalam usaha untuk menyimpan dana dari masyarakat dan memberikan kredit sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh Banco nasional de comersio de Timor leste.
2.  Kinerja Keuangan
a.       Pengertian Kinerja Keuangan
Pengertian kinerja keuangan menurut Tampubolon (2005:20) yaitu: Pengukuran kinerja perusahaan yang ditimbulkan sebagi akibat dari proses pengambilan keputusan manajemen karena menyangkut pemanfaatan modal, efisiensi dan rentabilitas dari kegiatan perusahaan. Kinerja keuangan yaitu alat untuk mengukur prestasi kerja keuangan perusahaan melalui struktur permodalannya. Penilaian kinerja perusahaan harus diketahui output maupun inputnya. Output adalah hasil dari suatu kinerja karyawan atau perusahaan, sedangkan input adalah keterampilan atau alat yang digunakan untuk mendapatkan hasil tersebut.
b.      Tujuan Kinerja Keuangan
Munawir (2002:31) adalah mengetahui likuiditas, solvabilitas, rentabilitas dan stabilitas dalam membayar kewajibannya. Adapun tujuan pengukuran kinerja antara lain:
1.       Untuk mengetahui tingkat likuiditas yaitu kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih.
2.       Untuk mengetahui tingkat solvabilitas yaitu menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya, apabila perusahaan tersebut dilikuiditas baik kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang.
3.       Untuk mengetahui tingkat profitabilitas yaitu menunjukkan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba selama periode tertentu.
4.       Untuk mengetahui stabilitas yaitu kemampuan perusahaan untuk melakukan usahanya dengan stabil yang diukur dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan untuk membayar cicilan secara teratur kepada pemegang saham tanpa mengalami hambatan.
c.       Pengukuran Kinerja Keusangan
Menurut Sartono (2001:111) menyatakan alat analisis kinerja yang selama ini banyak digunakan antara lain adalah rasio keuangan, rasio metode radar, balanced scorecard dan Economic Value Added. Pada pengukuran kinerja dengan menggunakan rasio keuangan, tolok ukur yang digunakan antara lain yaitu: pertama rasio profitabilitas, rasio aktivitas, rasio leverage, rasio likuiditas. Namun penggunaan konsep tersebut belum dapat memuaskan keinginan pihak manajemen khususnya bagi penyandang dana (investor).
Dalam penelitian ini penilaian kinerja perusahaan dengan menggunakan analisis laporan keuangan, hal tersebut didasarkan atas pertimbangan bahwa dengan melakukan analisis laporan keuangan mampu memberikan input (informasi) yang dipakai dalam rangka pengambilan keputusan secara lebih lengkap. Melalui analisis laporan keuangan dapat dilakukan penilaian atas kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya, tingkat efektivitas penggunaan asset perusahaan, kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka penjang, kemampuan untuk menghasilkan laba dan perkembangan nilai perusahaan.
Pengukuran kinerja keuangan dengan menggunakan konsep balanced scorecard, tolok ukur yang digunakan ada empat perspektif yaitu perspektif keuangan, pelanggan, proses internal bisnis serta belajar dan berkembang. Namun proses balanced scorecard  tidak memasukkan unsur biaya modal, dimana biaya modal menunjukkan besarnya kompensasi yang dituntut oleh investor atas modal yang diinvestasikan.
Pengukuran kinerja keuangan dengan menggunakan tolok ukur yang digunakan ada lima perspektif yaitu: rasio profitabilitas, rasio produktivitas, rasio utilisasi aktiva, rasio stabilitas dan rasio potensi pertumbuhan. Economic Value Added (EVA) merupakan suatu alat untuk mengukur tingkat profitabilitas yang realistik dari operasi perusahaan. EVA merupakan sistem yang disesuaikan dengan manajemen keuangan karena bertitik berat pada nilai bagi investor. Sistem ini berfokus pada jumlah modal dan arus kas dalam perusahaan.
d.   Peranan Penilaian Kinerja Keuangan
Menurut Munawir (2002:3) penialain kinerja keuangan mempunyai beberapa peranan bagi perusahaan, yaitu meliputi:
  1. Dapat mengukur tingkat biaya dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh perusahaan.
  2. Untuk menentukan atau mengukur efisiensi setiap bagian, proses atau produksi serta untuk menentukan derajad keuntungan yang dapat dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan.
  3. Untuk menilai dan mengukur hasil kerja pada tiap-tiap bagian individu yang telah diberikan wewenang dan tanggung jawab.
  4. Untuk menentukan perlu tidaknya digunakan kebijaksanaan atau prosedur yang baru untuk mencapai hasil yang lebih baik.
3.      Pengertian Laporan Keuangan
           Pada dasarnya, laporan keuangan adalah suatu laporan yang mengambarkan dari proses akuntansi yang digunakan sebagai alat berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihal-pihak yang berkepentingan terhadap data atau aktivitas tersebut. Menurut SAK (2002) laporan keuangan merupakan bagaian dari proses pelaporan keuangan, meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, serta catatan atas laporan keunagan. Menurut harahap (2002:55) laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi, terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuanagan.
           Menurut Keiso dan Weygant (1995:6) laporan keuangan merupakan sarana utama melalui mana informasi keuangan dikomunikasikan kepada pihak diluar perusahaan, laporan ini memberikan suatu sejarah yang berkesinambungan yang dikuantivikasi dalam satuan uang berkenan sumber daya ekonomi yang mengubah sumber daya dan kewajiban tersebut. Laporan arus kas, dan laporan ekuitas pemilik atau pemegang saham. Pengungkapan dalam catatan merupakan bagian terpadu dari masing-masing keempat laporan keuangan dasar tersebut.
           Tujuan laporan keuangan adalah menyajikan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi pemakai laporan keuangan dalam mengambil keputusan. SAK (2002) menyatakan bahwa tujuan laporan keuangan menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, dan arus kas yang bermanfaat bagi pengguna laporan keuangan dalam rangka membuat keputusan-keputusan ekonomi serta menunjukkan pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepadanya.
4.      Analisis Rasio Keuangan
Mengadakan analisis hubungan dari berbagai pos dalam suatu laporan keuangan adalah merupakan suatu dasar untuk menginterpretasikan kondisi keuangan dan hasil operasi suatu perusahaan. Salah satu alat untuk menginterpretasikan adalah dengan menggunakan rasio. Adapun pengertian rasio menurut Sartono (2001:113) mengemukakan pengertian analisis rasio keuangan adalah: “Merupakan analisis terhadap kelemahan dan kekuatan bidang finansial yang dapat membantu dalam menilai prestasi manajemen masa lalu dan prospeknya di masa yang akan datang”. Menurut Barlian (2003:128) rasio keuangan adalah: “Suatu metode perhitungan dan interpretasi rasio keuangan untuk menilai kinerja dan status suatu perusahaan”.
Dalam analisis rasio keuangan hasil analisisnya dinyatakan dalam bentuk rasio yang merupakan perbandingan antara rekening tertentu dalam laporan keuangan dengan rekening lainnya.(Warsono, 2003, 34).
Menurut Munawir (2002:64) pengertian rasio adalah: “Rasio menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan (mathematical Relation Ship). Antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain dan dengan menggunakan alat analisa yang berupa rasio ini akan dapat menjelaskan atau memberi gambaran kepada penganalisa tentang baik atau buruknya keadaan atau posisi keuangan terutama apabila angka rasio tersebut dibandingkan dengan angka rasio pembanding yang digunakan sebagai standar”.
Dari definisi diatas, maka pengertian analisa rasio adalah suatu cara untuk menganalisis laporan keuangan tertentu dengan ratio-ratio laporan keuangan yang lain dari perusahaan yang sama. Kriteria untuk menentukan apakah posisi keuangan suatu perusahaan sehat atau tidak dapat diklasifikasikan menjadi empat macam rasio keuangan yaitu :
a.        Rasio Likuiditas
Adalah suatu rasio  keuangan yang menunjukkan kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya yang harus dipenuhi. Pada prinsipnya, semakin tinggi rasio likuiditas, maka semakin baik kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Dalam penganalisisan posisi likuiditas bank dapat menggunakan dua macam rasio yaitu:
1)        Rasio Lancar (Current Ratio)
        Rasio ini mengukur seberapa jauh aktiva lancar bisa dipakai untuk memenuhi kewajiban lancarnya.
        Besarnya hasil perhitungan rasio lancar menunjukkan besarnya kewajiban lancar yang dijamin dengan aktiva lancar. Semakin besar rasio lancar, maka likuiditas bank semakin tinggi.
Rasio Lancar  =
2)        Rasio Cepat (Quick Ratio)
        Besarnya hasil perhitungan rasio cepat menunjukkan besarnya kewajiban lancar yang dijamin dengan aktiva lancar diluar persediaan.dengan karakteristiknya bahwa akyiva lancar diluar persediaan relatif mudah dicairkan, maka jaminan likuiditas bank dengan indicator ini lebih dapat dipertanggung jawabkan, jadi semakin tinggi rasio cepat faktor keamanan bagi bank untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya akan semakin tinggi.
Rasio Cepat =


b.        Rasio Aktivitas
Adalah rasio keuangan yang mengukur bagaimana bank secara efektif mengelola aktiva-aktivanya  atau aset-aset yang dimilikinya. Rasio ini digunakan untuk melihat seberapa besar tingkat aktiva tertentu yang dimiliki bank, apakah sudah sesuai dan beralasan,sangat tinggi, atau sangat rendah, Pada prinsipnya semakin tinggi rasio Aktivitas, maka semakin efektif bank dalam mendayagunakan sumber dayanya.
Rasio aktivfitas dapat diukur dengan 2 rasio yaitu:
1)        Perputaran Aktiva Tetap (Fixed Asset Turnover-FAT)
Adalah kemapuan aktivitas (efisiensi) dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva tetap bank dalam suatu periode tertentu dengan jumlah keseluruhan aktiva. Rasio ini dihitung dengan menggunakan rumus:
Perputaran Aktiva Tetap=
2)        Perputaran Aktiva Total (Total Asset Turnover)
Adalah rasio yang menunjukkan kemampuan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva berputar dalam suatu periode tertentu atau kemampuan bank dalam mengelola sumber dana dalam menghasilkan pendapatan (revenue). Rasio ini dihitung dengan menggunakan rumus:
Perputaran Aktiva Total=
c.    Rasio Profitabilitas
Adalah rasio yang menunjukkan tingkat efektivitas yang dicapai melalui usaha operasional bank dan menunjukkan tingkat efektivitas yang dicapai melalui usaha operasional bank, rasio provitabilitas mengukur seberapa besar kemampuan bank dalam menghasilkan keuntungan.
1)        Margin Laba (Profit Margin)
Adalah gambaran efisiensi suaatu bank dalam mengahasilkan laba/keuntungan.
Margin Laba=
2)        Pengembalian atas aktiva (Return On Asset)
Adalah rasio yang mengambarkan kemampuan bank  dalam mengelola dana yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva yanag menghasilkan keuntunga. ROA adalah gambaran produktivitas bank dalam mengelola dana hingga menghasilkan keuntungan
Pengembalian Atas Aktiva =


d.        Rasio Biaya
Adalah menunjukkan tingkat efisiensi kinerja operasional bank, penentuan besarnya rasio ini dihitung dengan, rumus sebagai berikut :
Rasio Biaya=
G. Metode Penelitian
1.      Lokasi Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti mengadakan penelitian di . Banco nasional de comersio de Timor leste, dengan alamat di avenide martires da patria mandarin Dili Timor Leste. Adapun pertimbangan yang digunakan dalam pemilihan lokasi penelitian yaitu selama ini pihak pengelola . Banco nasional de comersio de Timor leste dalam pengukuran kinerja selalu mendasarkan pada tingkat pencapaian tujuan yang telah dicapai terutama terkait dengan keuntungan yang diperoleh tanpa melakukan analisis secara terinci terkait dengan kinerja keuangan yang telah dicapai.
2.      Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian yang bersifat studi kasus, yaitu jenis penelitian yang berisikan paparan atau data yang relevan dari hasil penelitian pada obyek penelitian yang mencoba mengetahui dan memecahkan permasalahan yang dihadapi perusahaan. Sedangkan prosedur pemecahan masalah pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yaitu dengan menggambarkan keadaan yang menjadi fokus dalam penelitian ini berdasarkan data yang telah dikumpulkan.
4.      Jenis dan Sumber data
a.                                                                                                        Jenis Data
Berdasarkan masalah yang ditetapkan dalam penelitian ini, data yang diperlukan termasuk data kuantitatif, data kuantitatif adalah data yang berupa angka-angka atau data-data yang dapat diukur atau dihitung secara langsung. Data tersebut berupa laporan keuangan BNCTL, dili Timor leste yang meliputi neraca dan laporan laba-rugi untuk periode yang berakhir tahun 2007-2010.
b.                                Sumber Data
Yang dimaksud sumber data dalam penelitian ini adalah subyek dari mana data diperoleh. Dalam penelitian ini data yang dipergunakan adalah:
a.       Data Primer
Menurut Umar (1999:40) data primer adalah data yang didapat dari sumber pertama baik dari individu atau perorangan. Dalam hal ini data primer tersebut berupa hasil Tanya jawab langsung kepada para nasabah dan pihak pimpinan Banco nasional de comersio de Timor leste.
b.      Data Sekunder
Data Sekunder menurut Umar (1999:40) adalah data yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pengumpul atau oleh pihak lain. Dalam penelitian ini data sekunder diperoleh dari dokumen Banco nasional de comersio de Timor Leste. Dari dokumen koperasi diperoleh data mengenai neraca dan laporan laba rugi untuk periode yang berakhir tahun 2007-2010
5.      Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1.      Wawancara, merupakan teknik pengumpulan data dengan cara memberikan pertanyaan-pertanyaan secara langsung kepada pihak yang terkait dalam penelitian yang dilakukan.
2.      Dokumentasi, merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan berbagai dokumen yang diperlukan dalam penelitian antara neraca dan laporan L/R.
6.    Teknik Analisa Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan mengunakan metode kuantitatif, yaitu data dalam bentuk angka kemudian dianalisis dengan cara membandingkan data yang satu dengan data yang lain. Yaitu dengan melakukan evaluasi kinerja keuangan, dengan menggunakan rasio-rasio laporan keuangan. Adapun rasio-rasio evaluasi kinerja keuangan bank yang digunakan adalah:
a.       Profitabilitas (profitability)
1)      Return on Asset (ROA)
 =

2)      Return on Equity (ROE)
=
b.      Likuiditas (liquidity)
1)      Capital Adequacy Ratio (CAR)
=
2)      Cash Ratio
=
3)      Loan to Deposit Ratio
=
c.       Rasio Aktivitas
1)          Perputaran Aktiva Tetap (Fixed Asset Turnover-FAT)
Perputaran Aktiva Tetap=

2)          Perputaran Aktiva Total (Total Asset Turnover)
Perputaran Aktiva Total=
Adapun ketentuan yang digunakan dalam pengukuran yaitu: apabila setiap tahunnya rasio menunjukkan adanya peningkatan maka kinerja keuangan Banco nasional de comersio de Timor Leste dapat dikatakan baik.(Warsono, 2002:29).
H. Sistematika Pembahasan
Untuk dapat memberikan gambaran secara menyeluruh tentang isi usulan penelitian ini, berikut ini diuraikan mengenai tata urutan secara garis besar. Penulisan usulan penelitian  ini diawali dengan pendahuluan yang berisi latar belakang penelitian, perumusan masalah, batasan masalah  serta tujuan dan manfaat penelitian.
Berikutnya adalah landasan teori yang menguraikan teori-teori yang relevan dengan topik penelitian. Teori ini diambil dari berbagai literatur yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
Bagian selanjutnya adalah metode penelitian yang menguraikan mengenai penentuan lokasi penelitian, jenis penelitian, metode pengumpulan data serta metode analisa yang digunakan.
Penulisan usulan penelitian ini diakhiri dengan jadwal penelitian dan daftar pustaka yang nantinya sangat mendukung dalam hal penelitian kepada perusahaan.




I.  Jadwal Penelitian
            1. Penyusunan Proposal                                  : 2 minggu
2. Pengumpulan Data                                      : 2 minggu
3. Analisa Data                                               : 3 minggu
4. Penulisan Laporan                                       : 3 minggu
Jumlah waktu yang diperlukan                                10 minggu